Langsung ke konten utama

ANTARA SENIN DAN LAKUNDU

Besok Senin !!!!!!

Senin, adalah hari keramat bagi siswa-siswi sekolah menengah. Bagaimana tidak, setelah bersantai di hari Sabtu dan Minggu , Senin datang tanpa belas kasih. Mulai dari upacara bendera, tugas yang tidak sempat dikerjakan, bangun di pagi-pagi sekali, topi dan dasi yang kadang bersembunyi sendiri entah kemana, kaos kaki yang kadang lupa kalau kaos kaki itu sementara direndam , Apessss !!!!.

Tetapi setelah beberapa tahun meninggalkan bangku sekolah menengah, Upacara Senin itu menjadi salah satu hal yang kurindukan di masa sekolah.

Upacara Senin mengajarkan keberagaman bagiku, bahwa kau memakai dasi atau tidak, kau tetap ikut. Kau memakai Topi atau tidak, kau tetap ikut. Ada juga beberapa keberagaman, seperti dalam hal berdoa, model menengadahkan tangan yang berbeda sangat ku rindukan. Ada juga yang berupa tidak ingin hormat pada benda mati (bendera). Semua adalah hal hal yang kurindukan.

Pagi tadi, saya mengikuti Upacara Bendera di SMP 3 Pangsid, Pangkajenne, Sidrap. Tetapi berbeda, jika dulu saya berdiri bersama siswa-siswi lain sebagai peserta upacara. Pagi tadi saya berdiri bersama jajaran guru guru d belakang pembina upacara.

Ada hal yang tidak berubah dari Upacara Bendera, bahwa peserta upacara akan selalu ribut, akan selalu kepanasan, akan selalu mengabaikan pembina upacara, akan selalu jongkok dengan sendirinya, akan selalu diatur oleh guru gurunya , akan selalu di sweeping yang masih tinggal di kelas dan di kantin.

Saya sekarang sedang merindukan temanku, si Pegawai Berjaket Lusuh itu. Sudah lama saya tidak berjumpa dengannya, terakhir ketika ngeteh di kedai samping Gedung Sarang Walet

Saya sedikit merindukan diskusi kecil, dan pokok pikirannya. Jika bertemu nanti
saya ingin bertanya kepadanya, apakah di upacara yang dilakukan pegawai di Kantor Bupati itu mirip dengan Upacara Siswa ?????

#Lakundu #Kunduisme

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Kirim Paket Lagi ! Tidak Lucu

Rahma, pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas kehadirat Allah Swt, karena berkat rahmat dan karunianya saya bisa menyukai, menyimpan rasa, dan merindukan senyumanmu. Salawat juga salam saya haturkan kepada junjungan Nabiullah Muhammad Kekasih Allah S.A.W., karena atas Nur-Muhammad segala ada di bumi tercipta. Rahma, sepertinya menyenangkan mencintaimu. Ketidakinginanmu dicintai itu yang membuatku senang, sebab saya tidak perlu berekspektasi tinggi tentang cintaku, apakah ia akan berbalas atau tidak. Tetapi, hati laki laki tidak boleh berbohong, sungguh saya musti jujur dan mencintaimu selalu. Sebelum menghadiahkanmu baju sepakbola ini, saya pernah menghadiahkanmu minuman kesukaanmu. Kau bilang berlebihan, jangan ulangi lagi. Rahma yang cantik, saya tahu bahwa kau menikmatinya, dalam minuman itu pesanku singkat, karena saya belum sempat menemanimu menikmati malam saat itu, maka biarkan minuman itu terlebih dahulu menemanimu. "pertama dan terakhir!" se...

Cerpen Rahim : Kampusku, Lucu-lucu

Perkenalkan, namaku Rahim, lahir sebelum surya bersinar, di Kamis Manis, Tujuh Belas, Seribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan. Dari namaku , mungkin semua bisa mengenali saya seorang yang lahir dengan nama yang Muslim. Saya menghabiskan waktu kecil bersama nenek, jauh dari riuh bising kota. Saya tinggal di Anggeraja, ada Nona Wisata yang masyhur disana. Setiap minggunya, turis lokal dan mancanegara singgah dan mengabadikan momen disana. Sebelum Remaja, saya sering keluar rumah, Orang-orang di Anggeraja mengenal dengan "Pasolle", bukan Pesolek yaa. Pesolek itu, setahuku orang yang pandai bersolek, merias diri. Sementara Pasolle' adalah dia yang selalu keluar rumah, jalan, nongkrong, tidak tau arah, di fikiran orang-orang tua begitu. Ketika Remaja, Rahim aktif di berbagai kegiatan, terutama Domino di Pos Ronda. Bakatnya tidak jauh-jauh dari sebelum remaja, iya di Pos Ronda, Bola Ronda orang-orang Anggeraja menyebutnya. Rahim suka berkumpul di Bola Ronda. ...

Gairah Pada Sepakbola Mustinya Tidak Tebang Pilih, Tapi Itulah Gairah

Dokumentasi : Ardi Futsal Cup 1, Baroko, Enrekang. Rahma, How was the matchday that you watch yesterday ? sudah bisa kupastikan jawabannya adalah seru, menyenangkan, dan membahagiakan. Tidak ada satupun pertandingan di stadion/gelanggang yang tidak seru, setingkat apapun pertandingan itu, tarkam, liga, apatah lagi tim internasional yang berlaga.  Saya, mengaku sebagai pecinta dan penyuka sepakbola, tapi entah mengapa dengan sepakbola Indonesia gairahnya berbeda. Pengetahuan dan wawasanku tentang sepakbola tanah air sungguh cetek dan di bawah rata-rata, saya kurang mengenali, harusnya saya tidak tebang pilih jika mengaku menyuka sepakbola. Menikmati sepakbola dari belakang gawang memang rasanya berbeda, sejak kecil dulu Rahma, saya sudah menjadi orang ke-duabelas, mendukung klub di kampungku, Buttu Cui FC namanya, yang dewasa ini kadang ku urusi dalam dunia futsal. Rasanya memang nikmat, menyenangkan, gairahnya tidak bisa dijelaskan. Rahma, saya ingin jujur jujuran saja,...